“ An Angels smile is what you say. You promise me heaven and put me to hell. You give love a bad name” (Bon Jovi,2004)
Kata-kata diatas adalah sepenggal lirik dari salah satu grup musik luar yang saat ini sedang saya dengarkan. Judul lagu tersebut, yang saya jadikan sebagai judul jurnal saya kali ini, telah menyita perhatian dan pikiran saya. Dengan membaca judul lagu tersebut, saya berpikir mengapa sang pencipta lagu mengambil tersebut mengambil judul seperti itu. Setelah saya memikirkan kembali kata-kata tersebut, maka saya juga memiliki pemikiran yang sama dengan sang pencipta lagu tersebut.
Pada masa sekarang sering kali kita mendengar orang-orang yang menyebut kata cinta dangan gampangnya, sepasang kekasih yang sedang berpacaran akan mengatakan “aku cinta kamu” dengan mudahnya kepada pasangannya setiap saat, namun beberapa waktu kemudian merekapun tidak mengatakannya lagi dan akhirnya mereka mengakhiri hubungan yang menurut pendapat mereka selama ini berlandaskan kata cinta. Apakah hal demikian yang kita sebut sebagai cinta? Apakah cinta itu? Apakah cinta akan menyakiti penikmatnya?
Yang say tahu cinta itu indah, cinta itu tidak akan menyakiti penikmatnya, karena cinta itu adalah kebaikan. Namun apa yang terjadi saat ini? Banyak sekali orang yang saling menyakiti, dan sangat disayangkan mereka mengatas namakan hal tersebut sebagai cinta, mereka telah merusak makna dari cinta itu sendiri, mereka telah membuat seakan-akan cinta itu adalah hal murahan yang dengan gampangnya dapat diucapkan dan dilakukan.
Cinta itu memang membutuhkan suatu pengorbanan, karena untuk mendapatkan seseuatu kita diharuskan untuk mengorbankan hal lainnya, namun cinta itu tidak akan membawa keburukan bagi penikmatnya. Meskipun kita harus mengorbankan hal lain, tentunya itu akan membawa kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, dan pastinya juga akan membuat kita bahagia. Karena saya percaya bahwa cinta yang tulus itu adalah bahagia ketika melihat orang yang kita cintai bahagia.
Namun cinta itu tidak selalu dan seluruhnya mengenai membahagiakan orang yang kita cintai. Ada kalanya kita tidak harus menarik diri dan mengalah, dan terus menekan untuk mencapai suatu kebahagiaan bersama. Meskipun kita mencintai seseorang, itu tidak berarti kita melupakan kebahagiaan sendiri dan mengorbankannya demi orang yang kita cintai. Percayalah sesungguhnya jika ia benar-benar mencintai anda, maka ia pun akan bahagia jika melihat anda bahagia. Maka dari itu makna dari cinta itu adalah, “mencapai kebahagiaan bersama dan melaluinya bersama-sama”.
Minggu, 28 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar