Minggu, 28 Februari 2010

Hanya Cinta yang Kita Butuhkan

“Cinta tidak membutuhkan apapun, Cinta tidak butuh orang lain, Cinta tidak membutuhkan materi apapun, Cinta tidak membutuhkan apapun, tapi semua membutuhkan cinta.”.

Saat ini seringkali kita mendengar bahwa cinta itu bukan segalanya dalam menjalin suatu hubungan, terutama sebagai modal dalam rangka membina rumah tangga. Banyak orang berpikir bahwa dalam membina rumah tangga kita juga harus mempertimbangkan masalah lainnya, terutama masalah ekonomi atau keuangan. Seorang wanita yang ingin menikah harus mempertimbangkan tingkat kemapanan calon suaminya, demi kehidupan yang layak nantinya.

Pada sebuah film yang saya tonton mengatakan bahwa pernikahan yang hanya bermodalkan cinta itu hanya mimpi yang terdapat pada film dan kisah dongeng anak-anak. Pernikahan itu jauh lebih rumit, dan kita harus melihat pada kehidupan nyata (Enchanted,2007). Dalam hal ini saya tidak mencoba untuk menyalahkan pemikiran tersebut, pemikiran tersebut sangat benar. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam mencari pasangan hidup, karena hal tersebut tidak selalu membawa kebaikan bagi keduabelah pihak.

Bayangkanlah jika kita menikahi seseorang, namun orang tersebut bukanlah seorang yang kita cintai sama sekali, dan kita setuju untuk menikahinya hanya berdasarkan pertimbangan tingkat kemapanan orang tersebut. Menurut anda apakah hal tersebut akan membawa kebahagiaan pada kedua belah pihak? Cukupkah kita hanya mempertimbangkan tingkat kemapanan pasangan kita? Tentunya masing-masing dari kita telah mengetahui jawabannya tanpa perlu berpikir panjang.

Tentunya dengan pemikiran seperti itu kebanyakan orang saat ini berpikir bahwa hanya dengan bermodalkan cinta, sebuah pernikahan tidak akan berjalan lancar. Pada zaman seperti saat ini sangat wajar kalau seseorang mencari pasangan hidup yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari pasangannya. Namun bagi saya, dengan bermodalkan cinta itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin suatu hubangan, bahkan dalam melakukan apapun. Karena bagi saya cinta itu adalah indah, baik, dan tidak akan menyakiti.

Maka dari itu dalam dalam menjalin suatu hubungan cinta itu sudah lebih dari cukup. Karena pada dasarnya seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya, tentu saja tidak ingin sang kekasih tersakiti. Seseorang yang mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati akan selalu mencari cara untuk terus membahagiakan pasangannya tersebut. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seseorang pria tidak akan menyakiti istrinya dengan tidak memberikan nafkah harta maupun batin yang cukup. Dengan bermodalkan cinta seorang pria akan mencari pekerjaan yang baik, sehingga sang istri tidak akan merasa kekurangan hingga tersakiti. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seorang ayah akan mencari pekerjaan yang halal, demi anak-anaknya yan menunggu di rumah.

Dengan pemikiran seperti itu saya berpikir bahwa dengan bermodalkan cinta yang tulus maka itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar