Minggu, 28 Februari 2010

6 Alasan Pentingnya Minum Kopi Di Pagi Hari

1.Menurunkan resiko diabetes tipe-2Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan "satu poci kopi sehari", ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.

2.Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya
Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University's Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.

3.Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya
Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, "Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi."

4.Dapat Membantu Mengobati Penyakit
Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.

5.Mengurangi Berat Badan
Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS' Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, "kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk." Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!

6.Membantu Kita Mengontrol Depresi
Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.

Yang paling ditakuti mahasiswa ngekost

1.UANG HABIS SEBELUM WAKTUNYA BIKIN HIDUP GAK HIDUP HIDUP
2.DITAGIH UANG LISTRIK SAMA BUAPUAK KOST disaat uang buat makan menipiss
3.UTANG DITAGIH SAMA TEMENN behhhhh ni juga bikin muka kita ilang gan terpaksa kaya lagunya RHOMA gali lobang tutup lobang dehhhh
4.KIRIMAN ORTU TELAT mantab daahhh lengkap penderitaan

10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

This Night

Malam ini, ketika semua aktivitas berakhir sementara, ketika semua kehidupan berhenti sejenak, ku teringat dengan seorang perempuan yang begitu elok rupanya, begitu manis sikapnya, dan sungguh bahagia bisa mengingatnya. Dia sanggup menanam bunga di antara keringnya kegundahan hati, dia mampu menumbuhkan pohon yang rindang tanpa air, dan mampu menyinari malam tanpa bintang.
Tapi dia tak pernah tau apa yang sebenarnya ku miliki untuknya. Suatu rasa yang tidak bisa dijelaskan secara deskriptif ataupun analisis, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sang penyair pujangga cinta, dan tak bisa dinyanyikan melalui untaian nada musik romantis. Rasa ini diberikan tanpa bisa disadari, dan tak perlu untuk menyadarinya. Karna rasa ini tidak untuk mengharapkan balasan, tidak untuk meminta perhatian dan belas kasihan, tapi rasa ini tulus diberikan kepada seseorang yang benar benar memberikan makna terindah tentang hidup dan kehidupan.

You Give Love a Bad Name

“ An Angels smile is what you say. You promise me heaven and put me to hell. You give love a bad name” (Bon Jovi,2004)

Kata-kata diatas adalah sepenggal lirik dari salah satu grup musik luar yang saat ini sedang saya dengarkan. Judul lagu tersebut, yang saya jadikan sebagai judul jurnal saya kali ini, telah menyita perhatian dan pikiran saya. Dengan membaca judul lagu tersebut, saya berpikir mengapa sang pencipta lagu mengambil tersebut mengambil judul seperti itu. Setelah saya memikirkan kembali kata-kata tersebut, maka saya juga memiliki pemikiran yang sama dengan sang pencipta lagu tersebut.

Pada masa sekarang sering kali kita mendengar orang-orang yang menyebut kata cinta dangan gampangnya, sepasang kekasih yang sedang berpacaran akan mengatakan “aku cinta kamu” dengan mudahnya kepada pasangannya setiap saat, namun beberapa waktu kemudian merekapun tidak mengatakannya lagi dan akhirnya mereka mengakhiri hubungan yang menurut pendapat mereka selama ini berlandaskan kata cinta. Apakah hal demikian yang kita sebut sebagai cinta? Apakah cinta itu? Apakah cinta akan menyakiti penikmatnya?

Yang say tahu cinta itu indah, cinta itu tidak akan menyakiti penikmatnya, karena cinta itu adalah kebaikan. Namun apa yang terjadi saat ini? Banyak sekali orang yang saling menyakiti, dan sangat disayangkan mereka mengatas namakan hal tersebut sebagai cinta, mereka telah merusak makna dari cinta itu sendiri, mereka telah membuat seakan-akan cinta itu adalah hal murahan yang dengan gampangnya dapat diucapkan dan dilakukan.

Cinta itu memang membutuhkan suatu pengorbanan, karena untuk mendapatkan seseuatu kita diharuskan untuk mengorbankan hal lainnya, namun cinta itu tidak akan membawa keburukan bagi penikmatnya. Meskipun kita harus mengorbankan hal lain, tentunya itu akan membawa kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, dan pastinya juga akan membuat kita bahagia. Karena saya percaya bahwa cinta yang tulus itu adalah bahagia ketika melihat orang yang kita cintai bahagia.

Namun cinta itu tidak selalu dan seluruhnya mengenai membahagiakan orang yang kita cintai. Ada kalanya kita tidak harus menarik diri dan mengalah, dan terus menekan untuk mencapai suatu kebahagiaan bersama. Meskipun kita mencintai seseorang, itu tidak berarti kita melupakan kebahagiaan sendiri dan mengorbankannya demi orang yang kita cintai. Percayalah sesungguhnya jika ia benar-benar mencintai anda, maka ia pun akan bahagia jika melihat anda bahagia. Maka dari itu makna dari cinta itu adalah, “mencapai kebahagiaan bersama dan melaluinya bersama-sama”.

Love can do Anything

“Cinta bisa melakukan apa saja”. Sebuah kalimat yang bagi sebagian orang dianggap hanya sebuah kalimat bualan, namun menurut saya kalimat tersebut lebih dari sekedar kata bualan. “Cinta”, hanya sebuah kata terdiri dari lima huruf, lima huruf dimana tak ada satu hurufpun yang digunakan lebih dari sekali, cinta memiliki huruf yang berlainan satu sama lain. Sama halnya dengan bagaimana manusia memaknai kata tersebut, tak ada manusia yang memiliki pengertian dan penjelasan yang sama atas kata tersebut. Pastinya setiap orang memiliki persepsi dan sudut pandang berbeda dalam menanggapi kata tersebut.

Bagi sebagian orang ”Cinta” hanyalah diukur dan dilakukan berdasarkan nafsu manusia atau hewani. Ada yang memiliki persepsi bahwa ”Cinta” diukur dengan seberapa dekatnya hubungan antar manusia. Dan ada yang melihat kata tersebut dengan seberapa kuat komitmen antar manusia tersebut. Bahkan Robert Sternberg, seorang psikoolog yang mempatenkan ”Triangular Theory of Love”, menggabungkan ketiga unsur tersebut untuk mengukur kadar ”Cinta” seseorang.

Cintailah dirimu sendiri dan cintailah hidup dan seluruh elemen yang ada didalamnya, sungguh hidup itu sesungguhnya indah. Syukuri dan nikmatilah hidup yang hanya akan kita alami sekali ini.

Hanya Cinta yang Kita Butuhkan

“Cinta tidak membutuhkan apapun, Cinta tidak butuh orang lain, Cinta tidak membutuhkan materi apapun, Cinta tidak membutuhkan apapun, tapi semua membutuhkan cinta.”.

Saat ini seringkali kita mendengar bahwa cinta itu bukan segalanya dalam menjalin suatu hubungan, terutama sebagai modal dalam rangka membina rumah tangga. Banyak orang berpikir bahwa dalam membina rumah tangga kita juga harus mempertimbangkan masalah lainnya, terutama masalah ekonomi atau keuangan. Seorang wanita yang ingin menikah harus mempertimbangkan tingkat kemapanan calon suaminya, demi kehidupan yang layak nantinya.

Pada sebuah film yang saya tonton mengatakan bahwa pernikahan yang hanya bermodalkan cinta itu hanya mimpi yang terdapat pada film dan kisah dongeng anak-anak. Pernikahan itu jauh lebih rumit, dan kita harus melihat pada kehidupan nyata (Enchanted,2007). Dalam hal ini saya tidak mencoba untuk menyalahkan pemikiran tersebut, pemikiran tersebut sangat benar. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam mencari pasangan hidup, karena hal tersebut tidak selalu membawa kebaikan bagi keduabelah pihak.

Bayangkanlah jika kita menikahi seseorang, namun orang tersebut bukanlah seorang yang kita cintai sama sekali, dan kita setuju untuk menikahinya hanya berdasarkan pertimbangan tingkat kemapanan orang tersebut. Menurut anda apakah hal tersebut akan membawa kebahagiaan pada kedua belah pihak? Cukupkah kita hanya mempertimbangkan tingkat kemapanan pasangan kita? Tentunya masing-masing dari kita telah mengetahui jawabannya tanpa perlu berpikir panjang.

Tentunya dengan pemikiran seperti itu kebanyakan orang saat ini berpikir bahwa hanya dengan bermodalkan cinta, sebuah pernikahan tidak akan berjalan lancar. Pada zaman seperti saat ini sangat wajar kalau seseorang mencari pasangan hidup yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari pasangannya. Namun bagi saya, dengan bermodalkan cinta itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin suatu hubangan, bahkan dalam melakukan apapun. Karena bagi saya cinta itu adalah indah, baik, dan tidak akan menyakiti.

Maka dari itu dalam dalam menjalin suatu hubungan cinta itu sudah lebih dari cukup. Karena pada dasarnya seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya, tentu saja tidak ingin sang kekasih tersakiti. Seseorang yang mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati akan selalu mencari cara untuk terus membahagiakan pasangannya tersebut. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seseorang pria tidak akan menyakiti istrinya dengan tidak memberikan nafkah harta maupun batin yang cukup. Dengan bermodalkan cinta seorang pria akan mencari pekerjaan yang baik, sehingga sang istri tidak akan merasa kekurangan hingga tersakiti. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seorang ayah akan mencari pekerjaan yang halal, demi anak-anaknya yan menunggu di rumah.

Dengan pemikiran seperti itu saya berpikir bahwa dengan bermodalkan cinta yang tulus maka itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan sehat.