1.Menurunkan resiko diabetes tipe-2Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan "satu poci kopi sehari", ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.
2.Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya
Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University's Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.
3.Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya
Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, "Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi."
4.Dapat Membantu Mengobati Penyakit
Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.
5.Mengurangi Berat Badan
Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS' Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, "kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk." Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!
6.Membantu Kita Mengontrol Depresi
Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.
Minggu, 28 Februari 2010
Yang paling ditakuti mahasiswa ngekost
1.UANG HABIS SEBELUM WAKTUNYA BIKIN HIDUP GAK HIDUP HIDUP
2.DITAGIH UANG LISTRIK SAMA BUAPUAK KOST disaat uang buat makan menipiss
3.UTANG DITAGIH SAMA TEMENN behhhhh ni juga bikin muka kita ilang gan terpaksa kaya lagunya RHOMA gali lobang tutup lobang dehhhh
4.KIRIMAN ORTU TELAT mantab daahhh lengkap penderitaan
2.DITAGIH UANG LISTRIK SAMA BUAPUAK KOST disaat uang buat makan menipiss
3.UTANG DITAGIH SAMA TEMENN behhhhh ni juga bikin muka kita ilang gan terpaksa kaya lagunya RHOMA gali lobang tutup lobang dehhhh
4.KIRIMAN ORTU TELAT mantab daahhh lengkap penderitaan
10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.
3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak
5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.
6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.
8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.
9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.
This Night
Malam ini, ketika semua aktivitas berakhir sementara, ketika semua kehidupan berhenti sejenak, ku teringat dengan seorang perempuan yang begitu elok rupanya, begitu manis sikapnya, dan sungguh bahagia bisa mengingatnya. Dia sanggup menanam bunga di antara keringnya kegundahan hati, dia mampu menumbuhkan pohon yang rindang tanpa air, dan mampu menyinari malam tanpa bintang.
Tapi dia tak pernah tau apa yang sebenarnya ku miliki untuknya. Suatu rasa yang tidak bisa dijelaskan secara deskriptif ataupun analisis, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sang penyair pujangga cinta, dan tak bisa dinyanyikan melalui untaian nada musik romantis. Rasa ini diberikan tanpa bisa disadari, dan tak perlu untuk menyadarinya. Karna rasa ini tidak untuk mengharapkan balasan, tidak untuk meminta perhatian dan belas kasihan, tapi rasa ini tulus diberikan kepada seseorang yang benar benar memberikan makna terindah tentang hidup dan kehidupan.
Tapi dia tak pernah tau apa yang sebenarnya ku miliki untuknya. Suatu rasa yang tidak bisa dijelaskan secara deskriptif ataupun analisis, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sang penyair pujangga cinta, dan tak bisa dinyanyikan melalui untaian nada musik romantis. Rasa ini diberikan tanpa bisa disadari, dan tak perlu untuk menyadarinya. Karna rasa ini tidak untuk mengharapkan balasan, tidak untuk meminta perhatian dan belas kasihan, tapi rasa ini tulus diberikan kepada seseorang yang benar benar memberikan makna terindah tentang hidup dan kehidupan.
You Give Love a Bad Name
“ An Angels smile is what you say. You promise me heaven and put me to hell. You give love a bad name” (Bon Jovi,2004)
Kata-kata diatas adalah sepenggal lirik dari salah satu grup musik luar yang saat ini sedang saya dengarkan. Judul lagu tersebut, yang saya jadikan sebagai judul jurnal saya kali ini, telah menyita perhatian dan pikiran saya. Dengan membaca judul lagu tersebut, saya berpikir mengapa sang pencipta lagu mengambil tersebut mengambil judul seperti itu. Setelah saya memikirkan kembali kata-kata tersebut, maka saya juga memiliki pemikiran yang sama dengan sang pencipta lagu tersebut.
Pada masa sekarang sering kali kita mendengar orang-orang yang menyebut kata cinta dangan gampangnya, sepasang kekasih yang sedang berpacaran akan mengatakan “aku cinta kamu” dengan mudahnya kepada pasangannya setiap saat, namun beberapa waktu kemudian merekapun tidak mengatakannya lagi dan akhirnya mereka mengakhiri hubungan yang menurut pendapat mereka selama ini berlandaskan kata cinta. Apakah hal demikian yang kita sebut sebagai cinta? Apakah cinta itu? Apakah cinta akan menyakiti penikmatnya?
Yang say tahu cinta itu indah, cinta itu tidak akan menyakiti penikmatnya, karena cinta itu adalah kebaikan. Namun apa yang terjadi saat ini? Banyak sekali orang yang saling menyakiti, dan sangat disayangkan mereka mengatas namakan hal tersebut sebagai cinta, mereka telah merusak makna dari cinta itu sendiri, mereka telah membuat seakan-akan cinta itu adalah hal murahan yang dengan gampangnya dapat diucapkan dan dilakukan.
Cinta itu memang membutuhkan suatu pengorbanan, karena untuk mendapatkan seseuatu kita diharuskan untuk mengorbankan hal lainnya, namun cinta itu tidak akan membawa keburukan bagi penikmatnya. Meskipun kita harus mengorbankan hal lain, tentunya itu akan membawa kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, dan pastinya juga akan membuat kita bahagia. Karena saya percaya bahwa cinta yang tulus itu adalah bahagia ketika melihat orang yang kita cintai bahagia.
Namun cinta itu tidak selalu dan seluruhnya mengenai membahagiakan orang yang kita cintai. Ada kalanya kita tidak harus menarik diri dan mengalah, dan terus menekan untuk mencapai suatu kebahagiaan bersama. Meskipun kita mencintai seseorang, itu tidak berarti kita melupakan kebahagiaan sendiri dan mengorbankannya demi orang yang kita cintai. Percayalah sesungguhnya jika ia benar-benar mencintai anda, maka ia pun akan bahagia jika melihat anda bahagia. Maka dari itu makna dari cinta itu adalah, “mencapai kebahagiaan bersama dan melaluinya bersama-sama”.
Kata-kata diatas adalah sepenggal lirik dari salah satu grup musik luar yang saat ini sedang saya dengarkan. Judul lagu tersebut, yang saya jadikan sebagai judul jurnal saya kali ini, telah menyita perhatian dan pikiran saya. Dengan membaca judul lagu tersebut, saya berpikir mengapa sang pencipta lagu mengambil tersebut mengambil judul seperti itu. Setelah saya memikirkan kembali kata-kata tersebut, maka saya juga memiliki pemikiran yang sama dengan sang pencipta lagu tersebut.
Pada masa sekarang sering kali kita mendengar orang-orang yang menyebut kata cinta dangan gampangnya, sepasang kekasih yang sedang berpacaran akan mengatakan “aku cinta kamu” dengan mudahnya kepada pasangannya setiap saat, namun beberapa waktu kemudian merekapun tidak mengatakannya lagi dan akhirnya mereka mengakhiri hubungan yang menurut pendapat mereka selama ini berlandaskan kata cinta. Apakah hal demikian yang kita sebut sebagai cinta? Apakah cinta itu? Apakah cinta akan menyakiti penikmatnya?
Yang say tahu cinta itu indah, cinta itu tidak akan menyakiti penikmatnya, karena cinta itu adalah kebaikan. Namun apa yang terjadi saat ini? Banyak sekali orang yang saling menyakiti, dan sangat disayangkan mereka mengatas namakan hal tersebut sebagai cinta, mereka telah merusak makna dari cinta itu sendiri, mereka telah membuat seakan-akan cinta itu adalah hal murahan yang dengan gampangnya dapat diucapkan dan dilakukan.
Cinta itu memang membutuhkan suatu pengorbanan, karena untuk mendapatkan seseuatu kita diharuskan untuk mengorbankan hal lainnya, namun cinta itu tidak akan membawa keburukan bagi penikmatnya. Meskipun kita harus mengorbankan hal lain, tentunya itu akan membawa kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, dan pastinya juga akan membuat kita bahagia. Karena saya percaya bahwa cinta yang tulus itu adalah bahagia ketika melihat orang yang kita cintai bahagia.
Namun cinta itu tidak selalu dan seluruhnya mengenai membahagiakan orang yang kita cintai. Ada kalanya kita tidak harus menarik diri dan mengalah, dan terus menekan untuk mencapai suatu kebahagiaan bersama. Meskipun kita mencintai seseorang, itu tidak berarti kita melupakan kebahagiaan sendiri dan mengorbankannya demi orang yang kita cintai. Percayalah sesungguhnya jika ia benar-benar mencintai anda, maka ia pun akan bahagia jika melihat anda bahagia. Maka dari itu makna dari cinta itu adalah, “mencapai kebahagiaan bersama dan melaluinya bersama-sama”.
Love can do Anything
“Cinta bisa melakukan apa saja”. Sebuah kalimat yang bagi sebagian orang dianggap hanya sebuah kalimat bualan, namun menurut saya kalimat tersebut lebih dari sekedar kata bualan. “Cinta”, hanya sebuah kata terdiri dari lima huruf, lima huruf dimana tak ada satu hurufpun yang digunakan lebih dari sekali, cinta memiliki huruf yang berlainan satu sama lain. Sama halnya dengan bagaimana manusia memaknai kata tersebut, tak ada manusia yang memiliki pengertian dan penjelasan yang sama atas kata tersebut. Pastinya setiap orang memiliki persepsi dan sudut pandang berbeda dalam menanggapi kata tersebut.
Bagi sebagian orang ”Cinta” hanyalah diukur dan dilakukan berdasarkan nafsu manusia atau hewani. Ada yang memiliki persepsi bahwa ”Cinta” diukur dengan seberapa dekatnya hubungan antar manusia. Dan ada yang melihat kata tersebut dengan seberapa kuat komitmen antar manusia tersebut. Bahkan Robert Sternberg, seorang psikoolog yang mempatenkan ”Triangular Theory of Love”, menggabungkan ketiga unsur tersebut untuk mengukur kadar ”Cinta” seseorang.
Cintailah dirimu sendiri dan cintailah hidup dan seluruh elemen yang ada didalamnya, sungguh hidup itu sesungguhnya indah. Syukuri dan nikmatilah hidup yang hanya akan kita alami sekali ini.
Bagi sebagian orang ”Cinta” hanyalah diukur dan dilakukan berdasarkan nafsu manusia atau hewani. Ada yang memiliki persepsi bahwa ”Cinta” diukur dengan seberapa dekatnya hubungan antar manusia. Dan ada yang melihat kata tersebut dengan seberapa kuat komitmen antar manusia tersebut. Bahkan Robert Sternberg, seorang psikoolog yang mempatenkan ”Triangular Theory of Love”, menggabungkan ketiga unsur tersebut untuk mengukur kadar ”Cinta” seseorang.
Cintailah dirimu sendiri dan cintailah hidup dan seluruh elemen yang ada didalamnya, sungguh hidup itu sesungguhnya indah. Syukuri dan nikmatilah hidup yang hanya akan kita alami sekali ini.
Hanya Cinta yang Kita Butuhkan
“Cinta tidak membutuhkan apapun, Cinta tidak butuh orang lain, Cinta tidak membutuhkan materi apapun, Cinta tidak membutuhkan apapun, tapi semua membutuhkan cinta.”.
Saat ini seringkali kita mendengar bahwa cinta itu bukan segalanya dalam menjalin suatu hubungan, terutama sebagai modal dalam rangka membina rumah tangga. Banyak orang berpikir bahwa dalam membina rumah tangga kita juga harus mempertimbangkan masalah lainnya, terutama masalah ekonomi atau keuangan. Seorang wanita yang ingin menikah harus mempertimbangkan tingkat kemapanan calon suaminya, demi kehidupan yang layak nantinya.
Pada sebuah film yang saya tonton mengatakan bahwa pernikahan yang hanya bermodalkan cinta itu hanya mimpi yang terdapat pada film dan kisah dongeng anak-anak. Pernikahan itu jauh lebih rumit, dan kita harus melihat pada kehidupan nyata (Enchanted,2007). Dalam hal ini saya tidak mencoba untuk menyalahkan pemikiran tersebut, pemikiran tersebut sangat benar. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam mencari pasangan hidup, karena hal tersebut tidak selalu membawa kebaikan bagi keduabelah pihak.
Bayangkanlah jika kita menikahi seseorang, namun orang tersebut bukanlah seorang yang kita cintai sama sekali, dan kita setuju untuk menikahinya hanya berdasarkan pertimbangan tingkat kemapanan orang tersebut. Menurut anda apakah hal tersebut akan membawa kebahagiaan pada kedua belah pihak? Cukupkah kita hanya mempertimbangkan tingkat kemapanan pasangan kita? Tentunya masing-masing dari kita telah mengetahui jawabannya tanpa perlu berpikir panjang.
Tentunya dengan pemikiran seperti itu kebanyakan orang saat ini berpikir bahwa hanya dengan bermodalkan cinta, sebuah pernikahan tidak akan berjalan lancar. Pada zaman seperti saat ini sangat wajar kalau seseorang mencari pasangan hidup yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari pasangannya. Namun bagi saya, dengan bermodalkan cinta itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin suatu hubangan, bahkan dalam melakukan apapun. Karena bagi saya cinta itu adalah indah, baik, dan tidak akan menyakiti.
Maka dari itu dalam dalam menjalin suatu hubungan cinta itu sudah lebih dari cukup. Karena pada dasarnya seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya, tentu saja tidak ingin sang kekasih tersakiti. Seseorang yang mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati akan selalu mencari cara untuk terus membahagiakan pasangannya tersebut. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seseorang pria tidak akan menyakiti istrinya dengan tidak memberikan nafkah harta maupun batin yang cukup. Dengan bermodalkan cinta seorang pria akan mencari pekerjaan yang baik, sehingga sang istri tidak akan merasa kekurangan hingga tersakiti. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seorang ayah akan mencari pekerjaan yang halal, demi anak-anaknya yan menunggu di rumah.
Dengan pemikiran seperti itu saya berpikir bahwa dengan bermodalkan cinta yang tulus maka itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan sehat.
Saat ini seringkali kita mendengar bahwa cinta itu bukan segalanya dalam menjalin suatu hubungan, terutama sebagai modal dalam rangka membina rumah tangga. Banyak orang berpikir bahwa dalam membina rumah tangga kita juga harus mempertimbangkan masalah lainnya, terutama masalah ekonomi atau keuangan. Seorang wanita yang ingin menikah harus mempertimbangkan tingkat kemapanan calon suaminya, demi kehidupan yang layak nantinya.
Pada sebuah film yang saya tonton mengatakan bahwa pernikahan yang hanya bermodalkan cinta itu hanya mimpi yang terdapat pada film dan kisah dongeng anak-anak. Pernikahan itu jauh lebih rumit, dan kita harus melihat pada kehidupan nyata (Enchanted,2007). Dalam hal ini saya tidak mencoba untuk menyalahkan pemikiran tersebut, pemikiran tersebut sangat benar. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam mencari pasangan hidup, karena hal tersebut tidak selalu membawa kebaikan bagi keduabelah pihak.
Bayangkanlah jika kita menikahi seseorang, namun orang tersebut bukanlah seorang yang kita cintai sama sekali, dan kita setuju untuk menikahinya hanya berdasarkan pertimbangan tingkat kemapanan orang tersebut. Menurut anda apakah hal tersebut akan membawa kebahagiaan pada kedua belah pihak? Cukupkah kita hanya mempertimbangkan tingkat kemapanan pasangan kita? Tentunya masing-masing dari kita telah mengetahui jawabannya tanpa perlu berpikir panjang.
Tentunya dengan pemikiran seperti itu kebanyakan orang saat ini berpikir bahwa hanya dengan bermodalkan cinta, sebuah pernikahan tidak akan berjalan lancar. Pada zaman seperti saat ini sangat wajar kalau seseorang mencari pasangan hidup yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari pasangannya. Namun bagi saya, dengan bermodalkan cinta itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin suatu hubangan, bahkan dalam melakukan apapun. Karena bagi saya cinta itu adalah indah, baik, dan tidak akan menyakiti.
Maka dari itu dalam dalam menjalin suatu hubungan cinta itu sudah lebih dari cukup. Karena pada dasarnya seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya, tentu saja tidak ingin sang kekasih tersakiti. Seseorang yang mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati akan selalu mencari cara untuk terus membahagiakan pasangannya tersebut. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seseorang pria tidak akan menyakiti istrinya dengan tidak memberikan nafkah harta maupun batin yang cukup. Dengan bermodalkan cinta seorang pria akan mencari pekerjaan yang baik, sehingga sang istri tidak akan merasa kekurangan hingga tersakiti. Dengan bermodalkan cinta yang tulus seorang ayah akan mencari pekerjaan yang halal, demi anak-anaknya yan menunggu di rumah.
Dengan pemikiran seperti itu saya berpikir bahwa dengan bermodalkan cinta yang tulus maka itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan sehat.
Insomnia
Siapa pun pasti akan terganggu jika mengalami susah tidur. Gangguan tidur atau insomnia ternyata bisa mengganggu siklus tubuh. Bahkan insomnia yang berkepanjangan bisa memicu depresi. Insomnia adalah sebuah gangguan tidur yang ditandai dengan gejala-gejala seperti selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus-menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan tidur. Atau penderita sering terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur. Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur. Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
Makna Cinta Kahlil Gibran
Bagi Gibran cinta mengarahkan manusia pada Allah, dan karena cinta pula Allah mempertemukan diri-Nya kepada manusia. Lantaran itu dalam pandangan Gibran cinta sesungguhnya adalah cinta atas nama Allah dan cinta kepada Allah itu sendiri, karena segala sesuatu adalah pantulan dan imanensi dari Sang Mahacinta. Cinta kepada yang lain selain Allah, tetapi atas nama dan di dasarkan pada Allah akan membawa manusia dan alam semesta kepada persekutuan dengan Allah. Hal ini terungkap jelas dalam tulisannya yang berjudul Cinta Keindahan Kesunyian, (Yogyakarta, Bentang Budaya, 1999, hal. 72-74)
"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cinta, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengarkan-Mu, kekasihku! Aku mendengar panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu. Aku telah menginggalkan pembaringanku dan berjalan di atas rerumputan. Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku, di sini aku berdiri di bawah bunga-bunga pohon Almond, memperhatikan ruh-Mu."
Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan, dituntun sampai pada tahap akhirnya hidup dalam persekutuan dengan Allah. Cinta melampaui keterbatasan manusia, menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah. Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.
Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui Cinta, bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya yang lebih jauh dan luas. Dalam Triloginya Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Suara Sang Guru (Yogyakarta, Pustaka Sastra, 2004, hal 212) dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.
"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia, dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus? Jika kalian dapat berlaku demikian, maka kalian akan seperti bunga bakung di taman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin lalu."
Hal senada dikatakan Gibran dalamSemua Karena Cinta (Yogyakarta, Narasi, 2005, hal. 54)
"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga."
Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi, bagi Gibran persatuan Allah dan manusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase. Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika. Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab hidup di dunia ini, dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja, membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain. Baginya mistisisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia. Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia baru akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama. Ini harus terjadi bukan dengan kata-kata, melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.
Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja. Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia, sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret. Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia. Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu. Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama, dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah di dalam alam semesta. Hal ini dilukiskan Gibran dalam Triloginya (hal.28-29)
"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."
Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia. Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah, juga karena perintah yang diterima dari Penciptanya untuk menaklukkan dan menguasai dunia. Bagi Gibran semua perkerjaan manusia harus berorientasi pada cinta. Karena kerja yang berlandaskan pada cinta, maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat, tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat keluarga dan bangsa.
Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.
"Apabila kalian mencinta, janganlah berkata: "Allah ada di dalam hatiku" tetapi sebaliknya kalian merasa: "Aku berada di dalam Allah" Dan jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup cinta." (Trilogi hal.14)
Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.
"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cinta, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengarkan-Mu, kekasihku! Aku mendengar panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu. Aku telah menginggalkan pembaringanku dan berjalan di atas rerumputan. Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku, di sini aku berdiri di bawah bunga-bunga pohon Almond, memperhatikan ruh-Mu."
Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan, dituntun sampai pada tahap akhirnya hidup dalam persekutuan dengan Allah. Cinta melampaui keterbatasan manusia, menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah. Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.
Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui Cinta, bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya yang lebih jauh dan luas. Dalam Triloginya Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Suara Sang Guru (Yogyakarta, Pustaka Sastra, 2004, hal 212) dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.
"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia, dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus? Jika kalian dapat berlaku demikian, maka kalian akan seperti bunga bakung di taman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin lalu."
Hal senada dikatakan Gibran dalamSemua Karena Cinta (Yogyakarta, Narasi, 2005, hal. 54)
"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga."
Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi, bagi Gibran persatuan Allah dan manusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase. Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika. Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab hidup di dunia ini, dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja, membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain. Baginya mistisisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia. Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia baru akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama. Ini harus terjadi bukan dengan kata-kata, melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.
Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja. Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia, sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret. Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia. Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu. Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama, dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah di dalam alam semesta. Hal ini dilukiskan Gibran dalam Triloginya (hal.28-29)
"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."
Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia. Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah, juga karena perintah yang diterima dari Penciptanya untuk menaklukkan dan menguasai dunia. Bagi Gibran semua perkerjaan manusia harus berorientasi pada cinta. Karena kerja yang berlandaskan pada cinta, maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat, tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat keluarga dan bangsa.
Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.
"Apabila kalian mencinta, janganlah berkata: "Allah ada di dalam hatiku" tetapi sebaliknya kalian merasa: "Aku berada di dalam Allah" Dan jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup cinta." (Trilogi hal.14)
Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.
Minggu, 21 Februari 2010
ini dia makna cinta yang sesungguhnya..
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria
berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu
kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap
menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan
tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit
jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi
matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun
pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah
bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali
tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat
terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga
agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang
cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan
pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut
kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat
terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi
saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada
matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun
ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan
kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan
mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan,
menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit
bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar
Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan
mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari
akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya
untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau
phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain
selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan
cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi
dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
hanya saja wanita tidak memahaminya.
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria
berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu
kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap
menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan
tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit
jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi
matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun
pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah
bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali
tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat
terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga
agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang
cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan
pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut
kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat
terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi
saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada
matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun
ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan
kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan
mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan,
menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit
bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar
Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan
mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari
akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya
untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau
phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain
selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan
cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi
dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
hanya saja wanita tidak memahaminya.
Langganan:
Komentar (Atom)
